MEDIA HT CENTER – Panitia Haul ke-48 KH. Abdul Mannan terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang akan digelar pada 2 Mei 2026 mendatang.
Rangkaian kegiatan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin, Rembang, Pragaan, Pragaan Daya, Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang juga merupakan pesantren yang didirikan oleh almarhum KH. Abdul Mannan.
Ketua Panitia, Ach. Salamun, mengungkapkan bahwa rapat persiapan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan maksimal, termasuk pelibatan alumni dari berbagai daerah hingga luar negeri.
“Rapat ini kami lakukan untuk memastikan semua persiapan matang. Haul ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum untuk mengenang sekaligus melanjutkan perjuangan beliau sebagai pendiri Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Sebagai bagian dari rangkaian menyambut malam puncak haul, panitia akan menggelar Khatmil Qur’an serentak yang dimulai pada 1 Mei 2026 pukul 19.30 WIB hingga 2 Mei 2026 pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini akan berlangsung di 50 titik yang tersebar di wilayah Pragaan Daya.
Khatmil Qur’an tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, tetapi juga alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni Hidayatut Thalibin (IKAHI).
Sejumlah koordinator daerah (korda) seperti IKAHI Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Jember, Jombang, Yogyakarta, hingga Kalimantan dipastikan turut ambil bagian. Bahkan, partisipasi juga datang dari alumni yang berada di luar negeri, seperti Malaysia dan Mesir.
“Ini menjadi bukti kuat bahwa semangat dan ikatan alumni terhadap pesantren serta KH. Abdul Mannan tetap terjaga. Mereka ikut ambil bagian dalam khatmil Qur’an sebagai bentuk doa dan penghormatan,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam rilis resmi panitia, haul ke-48 ini mengusung tema “Merawat Jejak Pengabdian”. Tema tersebut mengandung pesan bahwa nilai-nilai perjuangan dan keteladanan KH. Abdul Mannan tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dijaga dan dilanjutkan.
“Peringatan haul ke-48 KH. Abdul Mannan menjadi momen untuk mengenang sekaligus merawat warisan pengabdiannya. Jejak beliau tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dilanjutkan dalam khidmah, ilmu, dan keteladanan,” sebagaimana tertuang dalam rilis sebelumnya.
Ach. Salamun berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memperkuat nilai spiritual, mempererat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen dalam melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan yang telah dirintis oleh KH. Abdul Mannan.
Di akhir, panitia mengajak seluruh alumni, wali santri, dan masyarakat luas untuk hadir dalam peringatan Haul ke-48 KH. Abdul Mannan.
“Kami mengundang seluruh alumni dan masyarakat untuk hadir dan bersama-sama menyukseskan haul ini, sebagai bentuk penghormatan serta upaya menjaga dan merawat jejak pengabdian beliau,” pungkasnya. (MHC)